Indikator Pendidikan di Ciamis Belum 100%

113

Kinerja Pendidikan Di Kabupaten Ciamis

Kondisi pendidikan di Kabupaten Ciamis, APM nya belum mencapai 100 persen. APM ini untuk mengetahui banyaknya anak usia sekolah yang bersekolah pada jenjang yang sesuai.  Berdasarkan data BPS tahun 2018, APM anak usia 7 – 12 (usia SD) sebesar 97,6 persen, sedangkan  APM 13 – 15 (usia SLTP) sebesar 84,67 persen, dan APM 16 – 18 (usia SLTA) sebesar 51,38 persen.

APM 7 – 12, merupakan partisipasi penduduk yang mengakses pendidikan di tingkat Sekolah Dasar. Tergambarkan bahwa di Kabupaten Ciamis masih terdapat sekitar 2,4 persen penduduk usia 7 – 12 tahun yang tidak bersekolah di tingkat SD. Adapun pada usia 13 – 15 tahun terdapat sebanyak  15,33 persen penduduk yang tidak bersekolah di SMP. Sedangkan di umur 16 – 18 lebih banyak lagi yang tidak bersekolahnya yaitu sebesar  48,62 persen.

Semakin tinggi jenjang pendidikan semakin banyak masalah yang menghadang. Pada tingkat SD sudah digratiskan oleh pemerintah. Zaman sekarang, hampir semua orang tua akan mensekolahkan anaknya di tingkat SD. Adapun sebesar 2,4 persen yang tidak sekolah kemungkinan karena alasan khusus (sakit, usia sekolah tidak tepat waktu dan lain – lain).

Namun demikian, menginjak jenjang yang lebih tinggi, mulai banyak yang tidak melanjutkan sekolah.  Banyak faktor yang menjadi penyebab putus sekolah ini. Kembali ke peribahasa tadi di awal, jangankan bisa mencari ilmu ke negeri China, di negeri sendiri pun  tidak dapat melanjutkan pendidikan. Apalagi kalau harus ke China pasti banyak yang tidak mampu karena kendala biaya. Oleh sebab itu, faktor utama putus sekolah didominasi karena faktor ekonomi.

Pada level SLTP biaya pendidikan memang gratis, namun persebaran lokasi SLTP yang tidak selalu ada di setiap wilayah. Dengan demikian komponen biaya penunjang pendidikan terutama biaya transportasi menjadi beban bagi sebagian besar orang tua. Hal ini disebabkan  lokasi sekolah yang jauh dari tempat tinggal dan membutuhkan ongkos. Oleh sebab itu, maka terdapat sebanyak 15,33 persen usia anak 13 – 15 tahun yang tidak bersekolah di SLTP.

Memasuki jenjang SLTA, kondisinya semakin tinggi putus sekolahnya. Hampir setengah lulusan SLTP tidak melanjutkan ke jenjang SLTA. Disamping komponen biaya utama yang belum gratis, jarak sekolah juga semakin jauh dari tempat tinggal. Inilah faktor penyebab utama tingginya angka tidak melanjutkan ke SLTA.

Di Kabupaten Ciamis masih banyak daerah daerah yang secara geografis masih terlalu jauh menjangkau sekolahan, terutama di daerah pedesaan. Ditambah lagi dengan kondisi orang tua yang tidak mampu secara finansial. Disamping itu, belum kuatnya pemahaman sebagian orang tua akan pentingnya pendidikan.

Kondisi inilah yang harus menjadi ‘Pekerjaan Rumah’ bersama. Semua pemangku kepentingan yang terkait saling bersinergi mendorong tingkat keberhasilan pendidikan di Kabupaten Ciamis. Kinerja pembangunan pendidikan ini tergambarkan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satunya adalah komponen rata – rata lama sekolah (RLS). RLS di Ciamis tahun 2017 baru mencapai 7,59 masih di bawah Jawa Barat yang telah mencapai 8,14. Semoga kedepannya pendidikan di Ciamis semakin maju.

Use Daniel Fasya, S.I.Kom, fungsional Statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Use Daniel Fasya, S.I.Kom

(Penulis adalah fungsional Statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat)

Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.