Tanah Longsor Di Tasikmalaya Sebabkan Ruas Jalan Amblas

266

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Selatan Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali mengakibatkan terjadinya tanah longsor. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Rabu, (07/11/2018) malam.

Selain menimpa badan jalan, longsor juga membuat setengah dari badan jalan amblas sepanjang 20 meter. Akibat kejadian itu, pengendara roda dua dan roda empat terpaksa harus bergantian untuk melintasi jalan.

Melihat kondisi jalan yang dipenuhi lumpur, membuat pengendara motor kesulitan melintas. Bahkan, sejumlah pengendara sempat terjatuh dalam kubangan lumpur saat mencoba melintasi jalan. Sebagian lainnya ada yang memilih disebrangkan oleh warga sekitar yang berjaga.

Salah satu pengendara sepeda motor, Vina Dinata mengatakan, ketika melintasi jalan tersebut, dirinya lebih memilih untuk disebrangkan oleh warga yang berjaga. Dirinya juga mengatakan alasannya melintas ke jalan tersebut.

Kubangan lumpur membuat sebagian pengguna jalan sepeda motor kesusahan melewati jalan (Foto : Andri Ahmad Fauzi/WP)

“Saya mau pergi ke simpang , tadi saya di sebrangin sama yang jaga karena takut jatuh. Jalannya amblas dan banyak lumpur, licin, akibat longsor. Biasanya saya nggak jalan sini, cuma karena jalan yang biasa dilewati kebanjiran, terpakasa lewat sini meski jalannya amblas,” ujarnya kepada Warta Priangan, Kamis, (08/11/2018) di lokasi kejadian.

Jalan datar bagian kanan yang amblas menghubungkan dua Desa di dua Kecamatan berbeda. Yakni Kecamatan Karang Nunggal dan Kecamatan Cipatujah. Meski tidak putus total, namun akses pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian warga menjadi terhambat.

sementara itu, Tatang, salah satu warga yang berjaga di lokasi menuturkan, longsor tersebut akibat hujan deras sejak tadi malam. Jalan masih termasuk wilayah Desa Cikupa.

“Antisipasi kecelakaan fatal, warga sekitar bergantian berjaga di lokasi secara swadaya.” Tandasnya.

(Andri Ahmad Fauzi/WP)

Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.