Toyota Sienta Facelift di Jepang Mungkin Meluncur juga di Indonesia

22

wartapriangan.com, BERITA OTOMOTIFToyota membuka peluang untuk menghadirkan Sienta facelift yang segera meluncur di Jepang untuk juga mengaspal di Indonesia.

Sebagai informasi, Sienta facelift di ‘Negeri Sakura’ terungkap setelah brosurnya bocor ke media massa, meski belum meluncur secara resmi. Di samping menampilkan perubahan minor di sisi eksterior, lampu depan LED nantinya kemungkinan juga menjadi standar. Ada pula sedikit pembaruan fitur hiburan atau pun keselamatan.

Henry Tanoto, Wakil Presiden PT. Toyota Astra Motor (TAM), mengaku sudah mengetahui rencana Sienta facelift di Jepang. Ia mengatakan bahwa meski penjualan Sienta di Tanah Air sejauh ini belum sesuai target, tak tertutup kemungkinan model tersebut dipasarkan pula di sini.

Kondisi penjualan di negara ini, menurut Henry, memang menjadi pertimbangan, tapi itu hanya salah satunya. TAM di sisi lain juga melihat fakta bahwa Sienta sudah diproduksi secara lokal oleh PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan menjadi salah satu komoditas ekspor Toyota.

“Soal itu (Sienta sudah diekspor dari Indonesia) pasti dong jadi pertimbangan juga karena kami, kan, juga mendengarkan konsumen. Kalau mobilnya diekspor berarti, kan, konsumennya juga ada di negara lain. Itu juga salah satu yang kami pertimbangkan,” tandas Henry Tanoto, Wakil Presiden PT. Toyota Astra Motor (TAM), meladeni pertanyaan Mobil123.com usai Jambore Toyota 2018, Sabtu (8/9/2018) di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Sienta meluncur pertama kalinya di Indonesia pada 2016 dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) dan harga jualnya kini Rp 239,25 – 279,25 juta on-the-road. Multi purpose vehicle (MPV) yang menjadi ‘jembatan’ antara Toyota Avanza dengan Toyota Kijang Innova tersebut awalnya ditargetkan terjual 3.000 unit per bulan, namun realisasinya tidak sesuai perkiraan.

Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan Sienta pada 2017 turun 16,52 persen dibandingkan 2016 menjadi 14.968 unit. Padahal, pada 2017, Sienta dijual setahun penuh.

Pada semester satu 2018, Sienta baru terdistribusikan sebanyak 2.253 unit. Volume tersebut turun 73,74 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year) yang berjumlah 8.5.80 unit.

“Di awal, penerimaan Sienta sebenarnya cukup baik. Tapi pasar, kan, dinamis. Ada model-model baru (dari kompetitor), baik di segmen sama walaupun yang beririsan dengan Sienta,” ujar Henry menjelaskan sebabnya.

Sebelumnya, Fransiskus Soerjopranoto, Executive General Manager TAM menepis isu Sienta bakal didiskontinyu. Ia menegaskan Toyota tidak memiliki rencana tersebut. [Xan/Ari]

Sumber : Mobil123

Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.