Kapolres Banjar Kunjungi Orang Tua Korban Begal yang Terjadi di Bandung

187

wartapriangan.com, BERITA BANJAR. Kapolres Kota Banjar, AKBP Matrius, S.I.K., M.H., didampingi Kapolsek Banjar, Kompol Dadi Suhendar, beserta jajaran Polres Kota Banjar, melakukan kunjungan kerumah orang tua korban kasus pembegalan yang terjadi pada hari Kamis (30/08 2018) lalu, di wilayah hukum Polrestabes Bandung.

Selain bersilaturahmi, kedatangan tersebut juga untuk menyampaikan amanah dari Kapolda Jawa Barat, mengenai proses tindaklanjut serta perkembangan kasus yang dialami anaknya hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Foto : Baehaki/WP

“Kami mewakili jajaran Kepolisian Polda Jawa Barat, lebih khususnya Kapolda Jawa Barat, beserta jajarannya untuk bersilahturahmi sekaligus menyampaikan perkembangan kasus yang menimpa almarhumah Shanda Puti Denata. Dua orang pelaku berhasil ditangkap beserta barang bukti yang digunakan,” ungkap Kapolres Kota Banjar, AKBP. Matrius, S.I.K., MH., kepada sejumlah awak media, Rabu (05/09/2018) malam.

Sementara orang tua korban, Yudhi Kusmayadi, mengungkapkan rasa senangnya setelah mendengar langsung informasi atas perkembangan kasus yang menimpa anak kami. Dan mengucapkan terimakasih atas kerja keras yang dilakukan pihak Kepolisian untuk menangkap para pelaku.

“Kami ucapkan terimakasih kepada jajaran Polda Jawa Barat, Polrestabes Bandung, dan jajarannya khususnya Bapak Kapolda Jawa Barat, atas segala usaha dan upaya dalam mengungkap kasus begal yang menimpa anak kami. Dan kami sangat sangat mengapresiasi yang tinggi kepada pihak kepolisian atas kinerjanya dan kami merasa terobati atas tertangkapnya pelaku,” ujar Yudhi

Menurut Yudhi, semua jerih payah yang dilakukan oleh pihak Kepolisian mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Dan Polri semakin profesional dalam melindungi, dan mengayomi masyarakat.

“Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi apalagi sampai menimbulkan korban lagi. Dan kami berharap pelaku bisa mendapatkan hukuman seberat beratnya, setimpal dengan perbuatannya. Hukuman terberat ya hukuman mati,” Pungkasnya. (Baehaki/WP)

Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.