Jafro Megawanto dari Tukang Lipat Parasut Jadi Atlet Paralayang Indonesia

35

wartapriangan.com, BERITA OLAHRAGAJafro Megawanto, paraboy yang siap terbang tinggi. Sebelum menjadi atlet paralayang, Jafro merupakan tukang lipat parasut. Namun, ia tidak sekadar melipat. Diam-diam ia memiliki mimpi untuk menjadi pilot paralayang.

“Awal mula saya mengenal paralayang itu, awalnya saya menjadi tukang lipat parasut. Setelah itu ada manajer merekrut saya untuk menjadi atlet. Setelah itu, saya disekolahkan dan diinstruksikan di sekolah paralayang sampai akhirnya dapat lesson.”

Jafro beruntung karena rumahnya hanya berjarak 500 meter dari tempat pendaratan. Tak heran jika sejak kecil pria kelahiran Malang, 18 Maret 1996 ini sudah akrab dengan olahraga esktrem paralayang. Tepatya di usia 13 tahun, dirinya sudah menjadi paraboy.

“Awal mula jadi paraboy sejak kelas 2 SMP umur 13 tahun. Melihat teman-teman melipat parasut dan mendapatkan upah sebesar 5 ribu rupiah, lumayan.”

Akan tetapi cita-cita Jafro sempat mengalami rintangan. Orang tuanya pernah menyuruhnya untuk berhenti mengikuti latihan karena ongkosnya tidak sedikit.

“Karena dulu latihan pakai biaya sendiri, waktu itu ‘kan untuk mendapatkan lesson harus melakukan 40 kali penerbangan. Pada saat itu saya pingin latihan. Jadi setiap hari naik ojek untuk ke tempat latihan karena belum ada uang jadi selalu minta uang orang tua. Karena terlalu sering minta uang, orang tua merasa terbebani jadi sempat disuruh berhenti latihan dulu sama orang tua.”

Kejuaraan baik di level nasional maupun internasional telah ia ikuti. Beragam prestasi diraihnya hingga membuat orang tuanya berbalik mendukung cita-citanya. Kejuaraan internasional pertamanya adalah Paragliding Ecoroshi Worldcup di Kanada. Meski menjalani debut tapi Jafro tidak gugup karena ia justru mampu keluar sebagai juara 2.

“Mungkin karena latihan terus menerus, yakin, dan percaya diri jadi bisa keluar sebagai juara 2 di ajang tersebut. Untuk pertama kali normal kalau ada rasa takut tapi lama kelamaan saya menikmati melakukan penerbangan akhirnya rasa takut itu hilang dengan sendirinya.”

Kini Jafro sedang berlatih keras untuk menyambut ajang Asian Games 2018. Hal ini jadi tantangan, mengingat paralayang adalah salah satu olahraga andalan di Indonesia. Itulah sebabnya Jafro menganggap rival terberat justru ada di diri mereka masing-masing.

“Sejauh ini untuk mempersiapkan diri di ajang Asian Games 2018 adalah menyiapkan mental, fisik, dan tentunya peralatan agar dapat memperoleh emas nantinya.”

Jafro adalah satu dari sekian banyak anak Indonesia yang berprestasi di cabang olahraga paralayang. Lantas apa alasan orang-orang Indonesia jago dalam olahraga udara yang satu ini?

“Ya mungkin karena adanya niat yang besar dan juga tempat untuk melakukan paralayang juga banyak tersedia di Indonesia sehingga banyak juga orang-orang yang sudah memiliki peralatan paralayang sendiri.”

Ayo Jafro Megawanto, ayo Indonesia! Dukung atlet-atlet terbaik Indonesia untuk berlaga di Asian Games 2018. Asian Games kita, ayo Indonesia.

Sumber : Beritasatu.com

Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.