Wali Kota Ini Dihukum Pasung oleh Warga karena Tak Becus Melayani Rakyat

324

wartapriangan.com, BERITA INTERNASIONAL. Pemerintah maupun politikus di hampir semua negara di dunia, nyaris tak bisa dihukum kalau tidak bisa memenuhi janji saat berkampanye maupun tidak bekerja melayani publik secara baik.

Namun, hal itu tak berlaku di Bolivia, negara di kawasan Amerika Selatan, yang sejak tahun 2006 berada di bawah kepemimpinan pemerintahan sosialis Presiden Evo Morales.

Warga Bolivia kekinian memunyai hak konstitusional bernama “keadilan sosial”. Melalui hak itu, mereka bisa menghukum pejabat yang tak memenuhi janji manis saat berkampanye.

Hak itulah yang dipakai warga San Buenaventura, kota kecil di utara Bolivia. Mereka menggunakan hak “keadilan sosial” untuk menghukum Wali Kota mereka, Javier Delgado.

Wali Kota Delgado, seperti dilansir Oddity Central, Selasa (6/3/2018), dihukum warganya dengan cara dipasung di tengah lapangan selama satu jam.

Hukuman itu diterima sang wali kota karena mayoritas warga memutuskan tidak merasa senang atas pelayanannya.

Foto Delgado yang dipermalukan itu viral di media-media sosial. Dalam foto tersebut, Delgado duduk di tanah dengan satu kaki dipasung memakai alat pemasung. Sementara warga mengelilinginya.

Kisah itu berawal pada tanggal 25 Februari, ketika Wali Kota Delgado seharusnya meresmikan sebuah jembatan yang dibangun memakai dana negara bagian dan kota.

Namun, ketika sampai di lokasi tersebut, dia terkejut saat mengetahui bahwa warga yang berkumpul bukan untuk menyambutnya dalam acara tersebut. Warga lantas segera menarik tangan Delgado dan memasungnya.

“Mereka bahkan tidak memberi saya kesempatan untuk mencari tahu, mengapa mereka mengajukan hukuman ini kepada saya,” kata Delgado kepada surat kabar setempat, La Razon.

Slider

Setelah Delgado menjelaskan duduk perkara, warga melepaskannya dan meminta maaf. Delgado menduga, warga dihasut oleh musuh-musuh politiknya dan pengusaha lokal.

“Lawan-lawan politik dan pengusaha penebangan kayu tak menyukaiku. Sebab, kebijakan-kebijakanku menggerus kekuasaan mereka,” tukasnya.

Namun, Daniel Salvador, penduduk asli San Buenaventura, mengatakan kepada Radio Fides bahwa Wali Kota Delgado telah dihukum karena tidak memenuhi komitmennya kepada masyarakat setempat.

“Delgado berbohong kepada kami. Dia tak menjadikan kami prioritas saat meminta audiensi,” tudingnya.

Ini adalah kali ketiga Delgado menjadi terpidana bagi pengadilan rakyat. Kali pertama, ia dihukum dikurung di gudang.

Kali kedua, warga menduduki kantor Delgado, dan menyuruhnya tak kerja selama dua bulan. Karena takut hidupnya terancam, Delgado sempat lari ke daerah tetangga.

Pertikaian Delgado dengan warga akhirnya terselesaikan setelah komisi otoritas adat memediasi dan mendamaikan kedua belah pihak.

Untuk diketahui, seperti komunitas asli Bolivia lainnya, warga San Buenaventura memunyai prinsip “ama qhuilla, ama llulla, ama suwa”. Artinya, ”jangan malas, jangan menjadi pembohong, jangan jadi pencuri.

Prinsip itulah yang teguh ditaati mereka dan diintegrasikan dalam hak ”keadian sosial” yang diberikan pemerintah.

Hak ”keadilan sosial” dijamin konstitusi sosialis Bolivia tahun 2009. Hak untuk menghukum pejabat oleh warga itu hanya diberlakukan untuk kasus kejahatan ringan. Sementara kejahatan serius masih harus dirujuk ke pengadilan.

Sumber: SUARA.com

akses bedah soal
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.