Sekolah MI di Ciamis Roboh, Ratusan Siswa Belajar di Tenda Darurat

68

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Sekolah di Ciamis roboh, akibatnya ratusan siswa madrasah ibtidaiyah di Ciamis ini terpaksa diungsikan.

Ya, 102 siswa tersebut diungsikan karena kondisi sekolah di daerah perbatasan ini sangat memprihatinkan. Bangunan sekolah yang terdiri dari enam ruangan ini sudah nyaris ambruk, dan sangat berbahaya jika masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kondisi di dalam ruangan MI Pasawahan

Lima ruangan MI itu dipakai untuk belajar mengajar dan satu ruangan untuk ruang guru. Dan tiga ruangan di antaranya terancam ambruk. Dindingnya retak dan hampir roboh. Ruangan yang rusak tersebut yaitu dua kelas dan satu kantor. Rusaknya bangunan diperparah dengan gempa yang mengguncang Ciamis beberapa waktu lalu serta kondisi tanah di daerah tersebut yang labil.

Slider

Kegiatan belajar mengajar diungsikan di luar kelas dengan satu tenda pleton Kodim dan ditambah dua tenda regu BPBD Kabupaten Ciamis yang dipasang di lapang volley ball, tidak jauh dari sekolah. Menurut informasi dari Qodirun, anggota Satgas Penganggulangan Bencana Kabupaten Ciamis, mulai Selasa (31/10/2017) anak-anak akan belajar di tenda tersebut.

“Belum bisa ditentukan sampai kapan mereka belajar di dalam tenda,” paparnya.

Tenda darurat yang digunakan sebagai tempat belajar sementara

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiyani, ST., M.Si., menegaskan pihaknya sekarang masih tetap berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait agar hal ini segera ditangani, salah satunya dengan Kemenag karena MI itu berada di bawah Kemenag.

Tak hanya bangunan sekolah MI Pasawahan yang beralamat di Dusun Ciakar RT 01 RW 01 Desa Pasawahan, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis yang rusak, bangunan rumah di daerah itu pun banyak yang ambruk akibat hujan dan adanya pergerakan tanah disusul dengan gempa beberapa hari lalu. Rumah yang ambruk berada di Dusun Ciakar, RT/RW 01/01, Desa Pasawahan, Kecamatan  Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Berdasarkan laporan warga, rumah yang rusak di daerah itu berjumlah delapan.

Dua diantaranya sudah dilakukan pendataan dan penanganan sementara dari BPBD Kabupaten Ciamis. BPBD pun telah mendistribusikan sembako dan koordinasi kepada aparat setempat terkait beberapa rumah yang rusak akibat pergerakan tanah. (Pujitio Sentoso/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.