Dana untuk Desa Bakal Ditambah Lagi oleh Pemerintah Pusat

0 37

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebagai implikasi diberlakukannya Undang Undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa, pengelolaan dana yang ditangani oleh pemerintahan desa melonjak signifikan. Kabarnya, setiap desa saat ini mengelola sendiri dana sebesar Rp. 1,5 Milyar. Tak cukup sampai di situ, tahun depan, rencananya ada lagi tambahan dana untuk desa, dengan nilai hingga Rp. 300 juta rupiah untuk kawasan desa.

Tambahan dana untuk desa ini diproyeksikan untuk program percepatan pembangunan dalam bentuk inovasi desa. Program yang lahir dari rahim Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ini direncanakan mulai dijalankan pada tahun 2018.

“Sederhananya, ini merupakan program untuk merangsang inovasi desa, yang nanti bermuara pada akselerasi pembangunan di desa itu sendiri.” terang Tony Berlianto Wibowo, salah seorang pendamping desa di Kabupaten Ciamis.

Menurut Tony, khususnya di Ciamis, saat ini sudah mulai dibentuk struktur TPID. Ini merupakan tim kecil yang berada di tingkat kecamatan, yang memiliki tugas utama memfasilitasi program-program inovasi dari tiap desa. TPID adalah singkatan dari Tim Pelaksana Inovasi Desa.

Masih menurut Tony, untuk program inovasi desa ini pemerintah pusat akan memberikan fasilitas tambahan. Operasional tim pelaksana inovasi akan mendapat sokongan, bahkan jika ada kawasan desa yang memiliki konsep inovasi yang bagus, akan dibiayai hingga Rp. 300 juta. Cakupan inovasi yang diperbolehkan juga cukup luas, meliputi bidang infrastruktur, sumber daya manusia, atau potensi-potensi perekenomian yang ada di desa.

“Baik tambahan dana untuk desa berupa dana operasional kegiatan maupun pembiayaan program inovasi yang nilainya bisa sampai Rp. 300 juta itu di luar dana desa yang reguler. Ini sifatnya tambahan. Kalau yang untuk dana operasional, nilainya berbeda untuk setiap kecamatan karena jumlah desanya pun berbeda,” tegas Tony.

Sebagai tenaga pendamping desa, Tony berharap program ini bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Ini program yang sangat bagus. Kalau berjalan dengan baik, inovasi akan menjadi kultur desa-desa di Indonesia. Untuk TPID, tidak perlu terlalu berfikir inovasi-inovasi yang sulit dan berbau teknologi. Cari yang tepat guna saja. Bagus kalau inovasi lahir dari masalah yang ada di desa masing-masing,” pungkas Tony. (IM/WP)

 

loading...
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.