Bupati Ciamis Ajak Masyarakat Budidayakan Jengkol

36

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis Iing Syam Arifin mengajak masyarakat terus dan terus menanam “Karena saat menanam pohon, berarti kita sedang menanam doa dan harapan, kita tanam hari ini jangan ingat untuk menebang hari esok, demi keberlangsungan hidup generasi akan datang,” ucapnya.

HAL tersebut disampaikan Bupati Ciamis Iing Syam Arifin di acara penanaman sejuta pohon di Desa Mandalare Kecamatan Panjalu (12/10/2017).

“Jengkol adalah salah satu tanaman asli daerah tropis, tapi tanaman jengkol bisa tumbuh di mana saja asal dekat dengan sumber air. Meskipun pohon jengkol dapat tumbuh dimana saja dan tidak membutuhkan lahan khusus, akan tetapi perlu diperhatikan waktu mulai penanaman,”jelas Bupati. 
Berdasarkan pengamatan, lanjutnya, pohon jengkol akan lebih mudah berkembang apabila ditanam di awal musim hujan. “Pohon akan lebih cepat tumbuh dan berkembang. Hal ini tentunya akan membuat pohon jengkol lebih cepat berbuah,”tambahnya.

Slider

Selain nilai jual yang tinggi, tambahnya, buah jengkol ternyata kaya akan kandungan gizi. Menurut sebuah penelitian, dari 100 gram biji jengkol terkandung 133 kkal energi, 23,3 gram protein, 20,7 gram karbohidrat, 240 SI vitamin A, 0,7 mg vitamin B, 80 mg vutamin C, 166,67 mg fosfor, 140 mg kalsium, 4,7 mg zat besi dan 49,5 gram air.

Selain babarengan melak kalapa (Balaka) Iing juga mengajak masyarakat membudidaya tanaman jengkol. Iing yakin, bahwa jengkol lebih unggul dalam hal ekonomi dari pada tanaman lain.

“Selain harga jengkol yang mahal tanaman jengkol bisa juga menjaga lingkungan agar tetap lestari karena akarnya bisa menahan tanah tidak longsor. Akar tanaman jengkol menancap keluar, mampu menahan longsor,”jelasnya.

Dikatakannya, jenis pohon yang ditanam baik berupa pohon peneduh maupun pohon produktif sehingga selain bisa menyejukkan kawasan juga  bisa dinikmati buahnya.(Dena A Kurnia/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.