Bupati Iing Hadiri Gerakan Penanaman Sejuta Pohon di Ciamis

61

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis Iing Syam Arifin mengatakan, penghijauan sangat penting dalam membentuk daerah konservasi agar lingkungan tetap terjaga sekaligus menghindari berbagai bencana alam, seperti tanah longsor dan bahaya banjir. Maka masyarakat di setiap desa harus disadarkan mengenai hal itu.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, dalam penanaman sejuta pohon yang dilaksanakan di Desa Mandalare Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis,

Sebelumnya kegiatan yang sama juga telah di laksanakan di dua kecamatan di yaitu di Desa Margaharja Kecamatan Sukadana dan Desa Hujung tiwu Kecamatan Sukamntri.

Iing memaparkan, Gunung Syawal merupakan bagian kehidupan masyarakat Ciamis, karena sangat tergantung dengan sumber air yang ada di gunung syawal ini.

“Kita siapkan bibit pohon kelapa untuk masyarakat Kabupaten Ciamis, dengan program satu juta pohon,”terang Iing.

Slider

Menurutnya, semua Kecamatan cocok untuk ditanami pohon kelapa, dalam dua tahun ini 125.000 sudah ditanam dan tahun ini kita siapkan 27.000 pohon kelapa.

“Selain itu pohon juga dapat menahan laju air sehingga akan lebih banyak yang terserap ke dalam tanah”, tambahnya.

Masih menurut Iing, salah satu upaya mengurangi hal itu dengan menanam pohon merupakan suatu gerakan nyata yang dapat dilakukan siapapun”.

Ketua FPLKKP Joni Raupa menjelaskan, sasaran utama kegiatan ini adalah dijadikanya Kabupaten Ciamis sebagai daerah konservasi

“Desa yang ada di wilayah konservasi diharapkan tahu lahan kritis di daerahnya dan serius dalam penangananya, “tambah Joni.

Kegiatan penanaman pohon sesi ketiga ini di hadiri oleh Bupati Ciamis, Dandin 0613/ Ciamis, Kapolres Ciamis, KemenPUPERA, KemenDESPDTT, KemenLHK, Dinas Kehutanan Provinsi, Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Balai Pengendalian DASHL, BBWS Citanduy, Camat Panjalu, dan Kepala Desa di Panjalu.

“Bumi ini titipan bukan warisan, hari ini menanam jangan ingat untuk menebang, “pungkas Iing. (Dena A Kurnia/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.