Ribuan Tukang Ojek Konvensional di Tasikmalaya, Demo Tolak Ojek Online!

54

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ribuan tukang ojek konvensional di Tasikmalaya Jawa Barat melakukan unjuk rasa,  menolak oprasional ojek online, Kamis (20/7).

Sempat terjadi keributan saat tukang ojek  menggelar audience dengan anggota dewan dan Pemerintah Kota. Selain dianggap illegal ojek online juga dituding kerap mencuri penumpang ojek konvensional hingga merugikan.

Selain konvoi menyisir tukang ojek online, masa juga mendatangi kantor DPRD di Jalan RE Martadinata.

Sambil membawa beragam poster penolakan, masa menggelar orasi dihalaman kantor wakil rakyat.  Selain menuntut ojek online ditutup, masa juga mengancam akan melakukan aksi main hakim sendiri jika ojek online tidak dihentikan oprasionalnya sepekan kedepan.

Untuk mengantisipasi kericuhan, pihak DPRD mempersilahkan perwakilan tukang ojek masuk. Namun keributan sempat terjadi saat sejumlah tukang ojek memaksa masuk. petugas sat Pol PP yang berjaga terpaksa menutup paksa pintu depan kantor dewan.

Slider

Keributan juga terjadi didalam. Sejumlah tukang ojek berteriak meminta pemerintah kota tidak memberikan izin oprasional untuk ojek online.

Ketua perkumpulan ojek mangkubumi Anjar mengatakan, karena ojek online di Tasikmalaya tidak ada berizin, maka mereka menuntut ojek aplikasi harus ditutup sampai satu minggu.

“Kalau tidak jangan salahkan kami kalau bertindak sendiri,”paparnya, saat di wawancara sejumlah wartawan di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Ahmad Suparman, Kabid Lalulintas Dishub Kota Tasikmalaya mengungkapakan, pemerintah Kota Tasikmalaya mengaku belum memberikan izin oprasional ojek online. Bahkan.

“Keberadaan ojek konvensional juga tidak masuk dalam aturan hukum hanya sebagai bentuk kearipan lokal saja.selama ini regulasi angkutan baru menyentuh roda empat dan tiga saja,”ujarnya.

Selain itu Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Nurul Awalin juga mengatakan, DPRD sudah sepakat meminta walikota  untuk mengatasi permasalahan tersebut agar keberadaan ojek online tidak mengganggu.

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya juga sepakat keberadaan ojek online untuk ditutup. Banyaknya tukang ojek konvensional yang harus kehilangan penghasilan jadi pertimbangannya.

“Keberadaan ojek online sudah mulai ramai sejak sepekan terakhir di Tasikmalaya. penghasilan ojek konvensionao mengaku turun drastis hingga 80 persen akibat pelanggan dicuri ojek online yang lebih murah,”ujarnya. (Andri/WP)

Slider
Berita lainnya
3 Comments
  1. Ali Hakim says

    Suruh gabung tuh tukang ojek konvensional nya. Bukan nutup ojek online nya.
    Think Smart atuh euy…

  2. dilla says

    hahahaaaaaha serem juga ojek penapkah keluarga vs ojeg gagayaan

  3. irfan says

    Kami tidak takut salam satu aspal Go-Jek tasik go

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.