Miris! Kisah Buruh Bangunan Asal Tasik yang Kedua Tangannya Harus Diamputasi Saat Bangun Minimarket di Ciamis

71

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.  Sungguh tragis nasib buruh bangunan asal Tasikmalaya ini, pasalnya ia harus merelakan tangannya diamputasi karena kecelakaan kerja yang ia alami. Pria 30 tahun ini, harus kehilangan kedua tangannya saat tengah mencari nafkah untuk keluarga tercintanya.

Insiden yang merenggut kedua tangan korban, Jajang Mutaqin, terjadi pada Senin (24/04) lalu. Sore itu, Jajang dan kedua temannya tengah memasang rangka atap baja ringan di sebuah minimarket di Ciamis.

Namun nahas, atap baja ringan tersebut menyentuh kabel tegangan tinggi yang berjarak sekitar dua meter dari posisi Jajang. Listrik pun mengalir melalui rangka baja tersebut dan langsung mengenai tubuh ayah satu anak tersebut.

Jajang pun langsung dievakuasi ke RSUD Ciamis. Malangnya, karena luka bakar di kedua tangannya cukup serius, ia harus merelakan dokter mengamputasi kedua tangannya.

“Kalau dibiarkan itu bisa infeksi. Saya lebih memilih diamputasi daripada harus merasakan sakit yang terus menerus,” lirih Jajang seperti dilansir Radar Tasikmalaya.

Pihak keluarga pun menyesalkan kejadian yang dialami Jajang. Sang ibu, Yayah mengaku kebingungan untuk membiayai pengobatan anaknya. Pihak perusahaan tempat Jajang bekerja, CV JIM yang beralamat di Kawali Ciamis juga hanya memberi bantuan alakadarnya.

“Harusnya CV JIM bertanggungjawab sepenuhnya. Memang selama ini perwakilan pihak perusahaan ada datang menjenguk dan memberi bantuan. Tapi ya seadanya, tidak sepenuhnya,” ungkap Yayah.

Slider

Yayah pun menuntut agar PLN ikut bertanggung jawab atas insiden yang dialami Jajang tersebut. Karena menurut Yayah, kabel tegangan tinggi yang terletak di atas minimarket yang tengah dibangun anaknya tidak dibungkus.

Menanggapi hal tersebut, Manajer PLN Rayon Ciamis, Dedeng Supriyatna, seperti dilansir Radar Tasikmalaya mengatakan, kecelakaan itu akibat kelalaian. Karena seharusnya pihak pemborong membuat laporan lebih dulu kepada PLN terkait aktivitas pemasangan baja ringan itu.

Padahal, Dedeng mengaku telah menyebarkan surat pemberitahuan kepada pengusaha baja ringan dan kanopi agar memperhatikan bahaya sengatan listrik saat pemasangan baja ringan.

Pasca insiden yang merenggut kedua tangannya, korban Jajang pun mengaku bingung, bagaimana nasib ia dan keluarganya. Akibat kejadian itu, ia tidak bisa bekerja seperti biasa sedangkan ia adalah tulang punggung keluarga.

Saat ditemui anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Imran Servia, di ruang Bougenvile RSUD Ciamis, Jajang mengatakan ingin memiliki usaha agar tetap bisa menafkahi keluarganya.

Dalam kesempatan tersebut, Imran menyerahkan bantuan kepada korban dan keluarganya.

Dari berbagai sumber.

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.