Hari Ini Warga Pangandaran Belajar Hadapi Tsunami

0 37

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran melaksanakan simulasi untuk menghadapi bencana Tsunami, Rabu (26/4) siang.

Kegiatan ini melibatkan para ratusan pelajar, unsur pemerintahan, SKPD, TNI, POLRI, Linmas, relawan dan segenap elemen masyarakat, dengan diawali pembunyian sirine TEWS yang dioperasikan oleh operator Pusdalops-PB Kabupaten Pangandaran, latihan evakuasi mandiri, dan Sosialisasi pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana Tsunami.

Nana Ruhena Kepala DPKPB didampingi Nana Sukarna manager pusdalops PB Pangandaran menjelaskan, simulasi bencana dilaksanakan untuk membiasakan dan menjadikan masyarakat Pangandaran lebih siaga lagi terhadap bencana yang tidak diharapkan itu.

“Simulasi bencana yang dilaksanakan merupakan kejadian persis saat bencana terjadi. Diantaranya, bagaimana penggunaan shelter dan jalur evakuasi,” ujar Nana.

Diharapkan simulasi bencana ini menjadi sebuah cara untuk menyadarkan masyarakat Pangandaran yang berada di daerah rawan bencana.

“Kita harus ingat, bahwa awal terjadinya bencana itu adalah kepanikan. Dengan simulasi ini kita akan lebih siap untuk menghadapi bencana,” tutur Nana.

Terkait shelter tsunami tambah Nana, sebenarnya sudah diusulkan perlu di bangun empat lagi, antara lain di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran, Batuhiu dan Bojongsalawe di Kecamatan Parigi, serta Madasari di Kecamatan Cimerak.

Sementara itu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam sambutannya mengatakan menyatakan apresiasi kegiatan ini karena akan memberikan pendidikan secara langsung dalam mengantisipasi menghadapi bencana Tsunami yang bisa datang kapan saja.

Bupati juga berharap relawan bencana seperti Tagana, FKDM, Baguna dan lainnnya bermarkas di shelter tsunami, agar memudahkan dalam berkoordinasi.

Selain memberikan sosialisasi menghadapi bencana Tsunami, Bupati juga mengupas tentang bencana lain yang kerap melanda Kabupaten Pangandaran, seperti banjir dan longsor.

“Saya minta semua menjaga lingkungan dengan baik. Contohnya dengan tidak membuang sampah sembarangan,”ujarnya.
(Iwan Mulyadi/WP)

loading...
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.