Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Tasik Ini Nekat Gantung Diri

102

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Warga Babakan Cikiara, Keluarahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, geger dengan kematian tak wajar tetanggnya. Seorang pria beranak dua ditemukan kakak kandungnya tewas gantung diri di kamar mandi rumah kontrakannya, Senin(17/04) siang. Korban diduga sengaja gantung diri menggunakan kain yang dililit ke dalam loster pintu kamar mandi.

Mendapati ayah kandungnya tewas secara tragis, kedua anak korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama tak kuasa menahan kesedihan. Keduanya menangis histeris saat berusaha melihat jasad sang ayah hingga harus dibawa ke rumah tetangga.

Dugaan sementara, korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang service televisi dan alat elektronik ini mengalami depresi karena masalah keluarga. Tidak hanya sering sakit-sakitan, korban yang sudah dicerai istrinya harus ditinggalkan kedua anaknya. Sang anak lebih memilih tinggal bersama ibu kandungnya yang sudah kembali menikah.

foto: andri/wp
Slider

Menurut Ketua RW Babakan Cikiara, Waryono mengatakan, korban tinggal bersama kakaknya. “Dia punya penyakit menahun. Sama istrinya sudah cerai, kebetulan istrinya kerja jauh anaknya juga dibawa dikarenakan kondisi tidak memungkinkan karena dia punya penyakit. Dia jadi pikiran,” ujarnya saat dimintai keterangan di lokasi.

”Tadi kita ada laporan dari warga masyarakat adanya salah satu warga yang diduga melakukan gantung diri,” terang Kapolsek Indihiang, Kompol Tri Sumarsono melalui Kanit Reskrim Polse Indihiang, Iptu Nandang Rohman..

Lanjut Iptu Nandang, setelah menerima laporan dari masayarakat, kemudian pihaknya bersama anggota polsek dan Unit Identifikasi Polres Tasikmalaya Kota langsung menuju ke TKP. “Lalu kita melakukan  identifikasi dan olah TKP. Lalu memasang police line. Setelah itu korban kita lakukan otopsi dulu karena mungkin ada penasaran keluarga. Jadi dia ada masalah dengan keluarganya, sehingga diduga gantung diri. Dibawa ke rumah sakit untuk jalani otopsi,” papar Kanit Reskrim.

Polisi pun meminta keterangan saksi mata yaitu kakak korban. Polisi dibantu warga juga mengevakuasi jenazah korban yang masih tergantung. Ketiadaan alat pemotong yang memadai sempat membuat proses evakuasi terkendala.

Jasad bapak dua orang anak, yang diktahui bernama Endang Dedi (37) ini dibawa menuju Rumah Sakit Umum Dr Sukarjo untuk menjalani visum. (Andri/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.