Pendukungnya Akan Tempuh Jalur Hukum, Begini Reaksi Bupati Ciamis

49

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Terkait rencana para pendukungnya yang akan menempuh jalur hukum tentang berita fitnah yang menimpa dirinya, Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin pun bereaksi. Respon Iing disampaikan di sela-sela acara silaturahmi bersama warga  Dusun Cikangkung, Desa Sindangsari, Kecamatan Kawali, Ciamis.

“Ya, saya tahu, tadi saat perjalanan menuju Kawali saya mendapat kabar via SMS,” jawab Iing kepada reporter Warta Priangan.

Pada dasarnya Iing mengapresiasi apa yang akan dilakukan oleh para pendukungnya. Namun demikian, Iing meminta agar semua pihak sama-sama membudayakan cara musyawarah.

“Saya meminta dibuka saja komunikasi dengan media massa terkait. Untuk masalah-masalah seperti ini, biasakan tempuh musyarawah dulu. Dan ini himbauan saya untuk seluruh masyarakan Ciamis, bukan untuk para relawan saja. Saya sebagai Bupati Ciamis, menghimbau agar kita membudayakan musyawarah,” terang Iing.

Iing juga menambahkan, sebagai Bupati Ciamis, salah satu tugas utama dia adalah menjaga kondusifitas Ciamis.

Slider
Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin saat menghadiri undangan silaturami warga Sindangsari, Kawali, Ciamis. (foto: dena a. kurnia/wp)

“Saya tidak bisa menghindari dinamika politik yang memang sedang berkembang. Tapi detik ini saya Bupati Ciamis, kewajiban dan tugas utama Bupati itu salah satunya membangun kondusifitas daerahnya. Pembangunan dan program-program kerja daerah tidak akan berjalan kalau tidak kondusif,” tambah Iing.

Terkait dengan sepak terjangnya di wilayah politik, Iing Syam Arifin menjelaskan, setiap langkah strategis yang ia ambil selalu dikomunikasikan terlebih dahulu dengan para Ulama.

“Saya lahir dan dibesarkan di lingkungan Ulama. Apapun yang saya lakukan, apalagi terkait hal politik strategis, selalu saya komunikasikan kepada para Ulama. Sebagai pejabat politik, berat kalau tidak didampingi para Ulama. Kalau para Ulama sudah merestui, pasti saya jalani,” terang Iing.

Masih menurut Iing, fitnah kepada pejabat politik seperti dirinya adalah sebuah resiko.

“Tugas Bupati itu banyak sekali. Amanahnya berat. Saya tiap hari tidur lewat tengah malam.  Kalau harus sibuk dengan fitnah, kerja malah terganggu. Yang penting para Ulama sudah merestui langkah-langkah saya. Yang haq dan yang bathil itu tidak akan pernah tertukar. Jangankan saya, Rasululloh SAW saja terkena fitnah,” pungkas Iing. (Dena A. Kurnia/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.