Ckckck… Banyak Pengusaha Nakal di Ciamis Tak Bayar Pajak Reklame

0 16

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Banyaknya bangunan yang di pergunakan oleh advertising yang berdiri di atas trotoar, membuat Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana yang didampingi oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ciamis turun kelapangan untuk melakukan pengawasan sekaligus penertiban kepada advertising liar yang tidak berizin.

foto: ane wowiling/wp

“Kewenangannya ada di PUPR, itupun banyak yang masih melanggar. Paling tidak, Komisi II berpikir bukan untuk pengawasannya saja. Tapi kita action bersama-sama, berpadu mengidentifikasi terhadap advertising liar dan bangunan – bangunan besi yang tidak berizin,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ciamis, Ganjar M Yusuf. Selasa (04/03).

foto: ane wowiling/wp

Selain untuk menertibkan, ia mengungkapkan jika tujuan adanya penertiban ini adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).  “Disini ada bentuk identifikasi, ada bentuk pemetaan dan pada akhirnya kita akan mengkaji. Nanti DPPKAD dan dinas terkait akan membuat kajian bagaimana meningkatkan PAD dari sektor advertising luar dan dalam,” terangnya.

foto: ane wowiling/wp

Ia juga menjelaskan jika selama ini bukan tidak pernah dilakukan penertiban, namun dari dinas terkait selalu melakukan identifikasi. “Setiap 3 bulan sekali dinas terkait itu ada mengidentifikasi, dan ini adalah klimaxnya. Tidak ada waktu terlambat, dari pada terlambat ini adalah bukti kerja kami, kerja kita semua,” ungkapnya.

Sementara untuk perhitungan dari hasil pajak penertiban sendiri, ia belum bisa menerangkan. “Saya belum bisa hitung, kalau untuk perhitungan telatnya pendapatan dari penertiban ini. Tapi paling tidak lonjakan itu bisa hampir 50-100% dari pendapatan pajak reklame yang sekarang,” jelasnya.

foto: ane wowiling/wp

Ia menerangkan jika dari sekian banyak yang belum membayar pajak itu adalah advertising dengan produk-produk handphone. “Setiap di datangi, mereka mengaku jika mereka hanya karyawan saja. Sementara ownernya ada di Tasik. Tapi saya tidak tahu apa itu klise atau alasan. Kenyataannya ada, kalau mau komplain silahkan datang kepada dinas terkait,” terangnya.

Dan penertiban ini juga dilakukan hingga tiga hari kedepan, dimulai dari Cikoneng, Banjarsari dan Panumbangan. (Ane Wowiling/WP)

loading...
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.