Ini Upaya Pemda Tekan Angka Kemiskinan di Garut

52

wartapriangan.com, BERITA GARUT. Masalah kemiskinan di Kabupaten Garut, bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah semata. Namun masalah yang satu ini merupakan tanggung jawab bersama.

Helmi menjelaskan, salah satu upaya yang dikembangkan dalam mengubah kehidupan masyarakat, ketika kesehatan masyarakat semakin membaik ditunjang sarana kesehatan yang memadai, itu dinilai sebagai aset building telah berjalan.

“Beberapa Puskesmas kini sudah diperbaiki, baik dari sarana dan prasarananya maupun dari tingkat layanannya. Jangan salah, hampir 90% masyarakat kita masih berobat ke Puskesmas,” tegas Helmi, saat memimpin apel pagi di halaman Gedung Setda, Senin (3/4).

Helmi menambahkan, kemiskinan merupakan masalah yang perlu ditangani bersama, bukan hanya pemerintah, namun individu-individu juga harus memiliki tanggungjawab yang sama. Bahkan keberadaan Baznas (Bada Amil Zakat Nasional) diharapkan mampu menjawab tingkat kemiskinan Kabupaten Garut yang masih di atas 10%.

Slider

“Zakat Profesi untuk PNS, setidaknya dapat memberikan kontribusi bagi pengurangan kesenjangan antara si miskin dan si kaya. Coba bayangkan, hingga saat ini ada sekitar 55 ribu rumah tidak layak huni, satu rumah dihuni 5 hingga 6 orang, belum sarana penerangan dan belajar anak tidak memadai yang perlu segera ditangani bersama,” tutur Helmi.

“Paradigma lainnya dalam mengurangi kesenjangan. Bukan lagi melalui pendekatan intervensi, namun  berupa pendekatan sinergis. Pelibatan masyarakat yang kini bukan lagi pengurangan kemiskinanan, namun pengurangan kesenjangan, merupakan bukti bahwa perlunya kebersamaan dalam memecahkan masalah sosial ini,” lanjut Helmi.

“Kalau sekarang kemiskinan diatas 10%, apakah tidak ada orang Garut yang kaya? Jadi, harus ada sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat dalam mengurangi kesenjangan ini,” tandas Helmi.

Untuk itu Wakil Bupati Garut ini mengingatkan Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Garut, untuk terus bekerja keras dan memfokuskan diri menunaikan tugasnya dalam upaya mengurangi kesenjangan tersebut. Termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar terus dipantau pelaksanaannya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyerahkan piagam penghargaan kepada para siswa-siswi SD juara OSN (Olimpiade Sains Nasional) Tingkat Kabupaten Garut dan juara lomba Inovasi Model Pembelajaran Guru SD, masing-masing kepada Penerima Sertifikat Juara OSN Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2017
Juara Mata Pelajaran IPA yaitu  Wildani siswa SDN 2 Cipangramatan, Kecamatan Cikajang (Juara 1), Salwa Nafiah Toyibah SDN 1 Sukajaya, Kecamatan Cikajang (Juara 2), Ahmad Zainuri SDN 4 Sukamukti Kecamatan Cisopet (Juara 3). (Yayat Ruhiyat/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.