Tim SAR Gabungan Temukan Jejak Kaki Manusia Sakti yang Lompati Sungai Citanduy

0 46

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Situs baru ditemukan berawal dari Tim SAR Gabungan dan masyarakat mencari Mumu Zainal Mutaqin siswa MTS Negeri Ciamis yang hanyut dan ditemukan tidak bernyawa (10/03/15), di Sungai Citanduy, Kabupaten Ciamis.

Awal ceritanya saat Tim SAR Gabungan akan melakukan Operasi SAR mencari orang hilang yang dinyatakan hanyut di Sungai Citanduy dua tahun lalu.

Setelah orang hanyut tersebut ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan tidak bernyawa, lalu Tim SAR mulai mengevakuasi jenazah ke daerah Ciluncat Sungai Citanduy Dusun Ciluncat, Kelurahan Linggasari. Setelah Mumu kurang lebih terbawa hanyut sejauh 10 kilometer dari tempat kejadian.

foto: pujitio/wp

Namun rasa penasaran menyelimuti Yunus salah satu anggota dari SAR Jeram Seribu Kabupaten Ciamis yang ingin tahu kenapa daerah tersebut disebut Ciluncat.

Menurut Yunus saat dia menanyakan kepada warga disana ada tapak kaki di atas batu, tapi hanya sebelah dan sebelah lagi di Cineam. Ceritanya dulu ada orang sakti yang loncat di Sungai Citanduy.

“Tak sengaja waktu itu ada yang dari Dinas Parawisata Kabupaten Ciamis yang ingin menikmati wisata Arung Jeram Citanduy kebetulan saya skippernya, saat di perahu saya cerita (kepada Budi Kurnia, Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Ciamis) kalau disana ada tapak kaki di atas batu tetapi hanya sebelah,” jelas Yunus.

foto: pujitio/wp

Lalu, Tim dari Dinas Pariwisata melihat langsung ke lokasi batu tersebut melalui darat melewati tebing-tebing dan semak.  Namun tudak mendapatkan hasil, tidak mampu mencapai tujuan, hingga akhirnya Tim dari Dinas Pariwisata bersama Tim Arung Jeram mencoba meninjau telapak kaki yang berada di atas batu tersebut menggunakan perahu menyusuri sungai Citanduy.

Usaha tim pun membuahkan hasil. Mereka dapat langsung melihat batu yang terdapat tapak kaki yang konon ada orang sakti yang menyebrangi sungai Citanduy dengan melompat.

Batu dengan bekas telapak kaki manusia yang ditemukan diduga peninggalan sejarah. (Pujitio/WP)

loading...
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.