Belasan Kelompok Tani di Pangandaran Terima Bantuan Traktor

40

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Bupati Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata menyerahkan 14 unit Traktor bantuan dari Kementrian Pertanian untuk 14 kelompok tani di Kabupaten Pangandaran, Selasa, (7/3).

Dalam sambutannya Jeje mengatakan, dengan adanya bantuan Traktor tersebut, petani diharapkan bisa menggunakannya secara maksimal untuk pengelolaan lahan sawah masyarakat.

“Saat ini lahan sawah produktif se-Kabupaten Pangandaran seluas 16.426 hektare dan ada penambahan lahan cetak sawah seluas 80 hektare yang dikerjasamakan dengan pihak TNI,” kata Jeje.

Penyerahan 14 Unit Tlaktor Kepada Kelompok Petani Yang Disalurkan Dari Kementrian Pertanian. (foto: iwan mulyadi/wp)

Masih dikatakan Jeje, kondisi ketersediaan pangan di Kabupaten Pangandaran setiap tahun mengalami surplus, artinya tidak pernah terjadi krisis pangan karena areal pesawahannya subur.

“Kami harap masyarakat bisa memaksimalkan lahan pertanian pesawahan dan meminimalisasi penjualan lahan sawah untuk alih fungsi lahan,” tambahnya.

Slider

Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hotikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Tina Maryana mengatakan, tahun ini sudah 90 unit Traktor yang disalurkan pihak Kementrian kepada Kelompok Tani di Kabupaten Pangandaran.

“Sebelumnya kami telah menyalurkan 76 unit tlaktor dari Kementrian untuk Kelompok Tani dan saat ini ada penambahan sebanyak 14 unit,” kata Tina.

Tina menjelaskan, produktivitas hasil pertanian khususnya padi di Kabupaten Pangandaran setiap tahunnya dalam kondisi stabil meskipun di beberapa tempat sering terjadi gagal tanam lantaran mengalami banjir.

“Kurang lebih 500 hektare sawah yang sering mengalami banjir sehingga petani kesulitan melakukan penanaman bahkan sering terjadi gagal panen,” tambahnya.

Tina menjelaskan, ke 500 hektare areal pesawahan warga yang sering mengalami banjir tersebut terdapat di Kecamatan Kalipucang dan Kecamatan Padaherang lantaran kondisi jalur sungai Citanduy lebih tinggi dari permukaan daratan.

“Kedepan kami akan melakukan evaluasi dan penanganan agar kondisi pesawahan warga yang sering mengalami banjir tersebut bisa normal seperti areal pesawahan ditempat lain pada umumnya,” pungkas Tina. (Iwan Mulyadi/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.