Tanggul Sungai Citalahab Jebol, Angota Dewan Ciamis Turun Tangan

0 23

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Akibat diguyur hujan deras beberapa waktu lalu, tanggul Sungai Citalahab di Dusun Ciparakan, RT 08 RW 04, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali jebol. Kondisi tersebut sangat merugikan para petani setempat karena lahan sawahnya terendam luapan air dan lumpur yang berasal dari Sungai Citalahab.

foto: baehaki efendi/wp

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ciamisdan para anggotanya meninjau langsung peristiwa jebolnya tanggul Sungai Citalahab tersebut.

Menurut penuturan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ciamis, Drs. Oyat Nur Ayat, M.Ag., Jum’at (03/03), di lokasi peninjauan menuturkan, dirinya dan para anggotanya akan bersatu mendorong supaya perbaikan tanggul jebol ini segera dilakukan. Pasalnya bila tidak segera diperbaiki, para petani di sekitar tanggul yang jebol ini tidak bias bercocok tanam kembali.

“Kita berharap semua anggota Komisi III DPRD Kabupaten Ciamis khususnya dari Dapil Ciamis IV untuk bisa ikut bersama-sama membantu dan mendorongnya agar segera diperbaiki,” katanya, Jum’at (03/03).

Bersama Kepala Desa Sukahurip, Turiman., S.Ag., Drs. Oyat Nur Ayat, M.Ag., bersama para anggotanya melihat tanggul yang dibendung sementara dengan menggunakan tumpukan karung pasir dan bambu.

Bahkan di lokasi kejadian, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Ciamis ini menghubungi langsung pihak BBWS Citanduy untuk segera bergerak memperbaikan tanggul sungai yang jebol tersebut.

“Ayo kita sama-sama memberikan dorongan kepada semua pihak terkait agar segera turun tangan memperbaiki memperbaikan tanggul sungai yang jebol t,” ungkapnya.

Oyat berharap kepala desa dan camat setempat segera mengajukan proposal bantuan kepada pihak BBWS Citanduy supaya bisa ditindaklanjuti dan segera diperbaiki tanggul yang jebol itu.

Akibat jebolnya tanggul ini, puluhan hektar lahan pertanian rusak karena terendam air. Untuk meninjau titik lokasi tanggul yang jebol, Oyat bersama rombongan harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki di bantaran Sungai Citalahab karena jalan menuju lokasi sempit.

Panjang tanggul yang rusak sekitar 20 meter. Bila tidak segera diperbaiki, tanggul sementara yang dibuat secara swadaya ini bisa rusak kembali. (Baehaki Efendi/WP).

loading...
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.