Balita Penderita Cerebral Palsy di Pangandaran Butuh Uluran Tangan

18

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Salah satu balita dari keluarga miskin yang menderita penyakit cerebral palsy bernama Revan Hermawan berusia 27 bulan anak ke 3 dari pasangan suami istri Komar (35) dan Herti (31) warga Dusun Sucen RT 01 RW 24 Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, luput dari perhatian pemerintah.

Revan mengalami lemas pada anggota tubuhnya seperti pada bagian leher, tangan dan kaki sejak masih usia 3 bulan. Berdasarkan pengakuan Ibunya Revan divonis oleh medis mengalami cerebral palsy.

“Beberapa kali kami memeriksa Revan, dokter selalu menyarankan untuk berobat ke RSUD Kota Banjar, namun kami belum melaksanakan lantaran tidak punya biaya,” tutur Herti.

Herti menambahkan, anaknya sering mengalami kejang jika suhu badannya sedang panas sehingga saat diperiksa pihak medis pun enggan untuk menyuntiknya.

Slider

“Kami hanya pasrah dengan keadaan karena jika ingin berobat harus mengeluarkan biaya, sementara untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari kami harus banting tulang menjadi kuli serabutan,” ujar Herti.

Herti mengaku anaknya belum dibuatkan BPJS, sehingga setiap kali berobat harus mengeluarkan uang ratusan ribu, sedangkan penghasilan yang didapatnya tidak sebanding dengan kebutuhan.

Sementara salah satu kader Posyandu setempat Ae Sa’adah mengaku, di lokasi tersebut terdapat dua balita yang mengalami kelainan kesehatan.

“Selain Revan ada juga balita bernama Karina yang status fisiknya di bawah garis merah, namun belum masuk kategori gizi buruk,” kata Ae.

Ae menambahkan, sebagai kader Posyandu setempat menginginkan ada perhatian dari pemerintah untuk membantu penanganan pengobatan ke dua balita di lingkungannya. (Iwan Mulyadi/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.