Rendy Ulli Hamri, Vokalis Band Keturunan Sunda yang Makin Mendunia

49

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Indonesia tak pernah kehabisan musisi handal. Musisi-musisi yang ada kini semakin bertambah, termasuk dari Pangandaran seperti Cakra Khan. Dan kini muncul Rendy Ulli Hamri vokalis Band Nuqtah yang asli keturunan Sunda dan makin melambung di kancah nasional hingga internasional.

Rendy Ulli Hamri yang akrab dipanggil Rendy Hamri, kepada Warta Priangan Kamis (2/3) siang, disalah satu hotel di Pangandaran mengaku pecinta musik Indie.

Bersama Arta (gitar), Reza (gitar), dan Uway (keyboard), Nuqtah kini telah memiliki sebuah album bertajuk Cahaya Malamku. 10 lagu Nuqtah yang ada di dalam albumnya diproduseri oleh Warner Music Indonesia.

Menurutnya Nuqtah, berarti sebuah titik. Yang dalam tanda baca digunakan untuk memberhentikan sebuah kata/kalimat, bahkan ada juga yang berupa titik dua/titik koma, yang berarti “antara lain”.

Namun pada hakekatnya, filosofi Nuqtah itu sendiri diangkat dalam sebuah nama band adalah dengan arti yang lebih spesifik yaitu sebuah titik waktu di mana awal permulaan kehidupan di mulai.

Rendy Ulli Hamri memperlihatkan ketertarikannya pada dunia musik sejak dia duduk di bangku SMP 3 Balikpapan. Pernah meraih juara 2 “Festival Band Se- Kalimantan Class Mild & The Best Player Drum 2008”. Kemudian, bersama band Power pernah meraih juara 1 “Festival Honda Beat & The Best Player Drum 2009”.

Masih bersama band Power, meraih juara 1 dalam “Festival Coca-cola Soundburst 2009” Finalis Kalimantan. Kemudian mendapatkan juara 2  “Festival Coca-cola 2010”. Finalis Runnerup di final event Coca- cola Soundburst Surabaya Jawa Timur Indonesia bersama personel Power Band.

Dirinya juga menyabet Juara 1 “Sampoerna SoundVersity 2012” Juara 2 “Sampoerna Soundrenaline 2012” Finalis DKI Jakarta Festival 17 Agustus 45, 2013, Tangerang bersama personel Anak Mama Band.

Slider

Rendy lantas pindah ke Jakarta untuk mendalami pendidikan drummer di GRSB Kelapa Gading Jakarta Utara dan mengarang beberapa lagu serta mengaransemen lagu bersama sahabatnya di Jakarta.

Lagu-lagu tersebut antara lain; Sahabat, Seperti Dulu, Kaki Langitku, Cerita Lama, Mutiara, Jangan Tinggalkan Malamku. Dalam proses penggarapan, Rendy Hamri sambil belajar teknik olah vocal bersama sahabat-sahabatnya

Rendy menyampaikan, awalnya berkarier sebagai seorang drummer. Bahkan ia mengaku sempat menjadi murid Gilang Ramadhan. Pada suatu ketika, ia mengeksplor musikalitasnya dengan menciptakan lagu dan bernyanyi.

Akhirnya setelah bertemu Arta, ia menjadi semakin yakin bernyanyi dan setelah bertemu personel lain, terbentuklah Nuqta.

“Kami sudah saling mengenal dari berbagai komunitas musik indie. Saat sudah sama-sama yakin, akhirnya dibentuklah Nuqtah sejak 2015,” ujarnya.

Nuqtah mengusung musik pop dengan nada-nada etnis dengan balutan suara musik tradisional. Tapi justru di situlah nama mereka dikenal di luar negeri.

“Lagu kami sudah sampai luar negeri. Bahkan ada yang mengabari kalau di Taiwan, lagu-lagi kami sering diputar,” terang Rendy.

Nuqtah memiliki beberapa lagu yang menjadi andalannya. Salah satu yang paling populer di luar negeri adalah “Kaki Langitku”.

Untuk nonton video klipnya, klik link di bawah ini:

(Iwan Mulyadi/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.