Diduga Lecehkan Kiai, Seorang Guru Agama di Pangandaran Dipolisikan

24

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang (PC) Ikantan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pangandaran melaporkan salah satu guru SD mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI) ke pihak kepolisian. Guru tersebut dilaporkan lantaran melecehkan Kiai, Pondok Pesantren dan Gusdur.

Ketua PC IPNU Pangandaran, Dudung Nurkhotim Sa’id mengatakan, laporan tersebut dilakukan menyusul adanya perkataan yang dilontarkan guru tersebut yang menyebut dajal kepada salah satu Kiai yang sekaligus pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Padaherang.

“Guru itu sudah lebih dari satu kali melecehkan Kiai dan Pondok Pesantren, Gusdur hingga menyebut dajal ke Kiai,” kata Dudung, Kamis (2/3).

Suasana di Polsek Padaherang Kabupaten pangandaran saat puluhan santri dan anggota IPNU melaporkan salah satu guru SD Mata Pelajaran PAI di Kecamatan Padaherang dengan dugaan pelecehan nama baik. (foto: iwan mulyadi/wp)

Bahkan guru tersebut sebelumnya pernah berkata bahwa salah satu kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh pemuda dan para santri beserta pihak pondok pesantren merupakan salah satu perayaan imlek.

Slider

“Dia juga pernah menyebar SMS ke seluruh guru PAI se-Kecamatan Padaherang dengan isi SMS yang berbau SARA,” tambahnya.

Sebagai kader IPNU, Dudung mengaku terusik dengan perkataan guru tersebut karena sudah keterlaluan dan mengusik ketenangan warga Nahdiyin terutama IPNU.

“Dalam pelaporan tersebut kami mengantongi rekaman suara yang diucapkan, atas hasil kesepakatan, kami minta permasalahan ini ditindaklanjuti secara hukum,” papar Dudung.

Berdasarkan inpormasi yang berhasil dihimpun, guru tersebut sering mengisukan kalau pondok pesantren dan Kiainya mendapat bantuan dana dan fasilitas mobil Avanza dengan ambulan yang dibrending dengan logo dan figur salah satu partai politik.

Saat berita ini ditulis, pihak Kepolisian telah melimpahkan laporan tersebut ke Polres Ciamis dan akan ditangani oleh Polres Ciamis. (Iwan Mulyadi/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.