Tanggul Sungai Citundun Jebol, Rumah Warga di Ciamis Terancam

13

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Rumah Parmin (50) warga di Dusun Ciparakan, RT 03 RW 01, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang berlokasi tidak jauh dari tanggul Sungai Citundun terancam ambruk. Pasalnya tanggul yang rusak sejak lima bulan lalu hingga kini belum juga diperbaiki.

Kondisi itu membuat warga lainnya resah, terutama mereka yang tinggal tidak jauh dari aliran sungai. Akibat rusaknya tanggul juga menyebabkan banjir kerap mengancam pemukiman penduduk karena luapan Sungai Citundun.

“Sejak tanggul dalam kondisi rusak hingga saat ini jebol pemerintah belum juga memperbaiki. Akibatnya setiap hujan tiba dan Sungai Citundun kerap kali meluap, kami warga kerap kebanjiran,” ujar Parmin.

foto: abehaki efendi/wp

Menurut Parmin, ketika banjir datang, kepanikan dipastikan menghatui keluarga mereka. “Daerah sini pernah diterjang banjir dengan ketinggian air kurang lebih selutut orang dewasa. Banjir juga merendam kolam ikan dan puluhan hektare pesawahan milik warga”.

Slider

Dikatakannya,  kerusakan tanggul Sungai Citundun ini sudah terjadi hampir lima bulan yang lalu akibat terkena abrasi sungai setempat dan banjir bandang dikala itu. Tapi hingga kini belum ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis.

“Kami berharap pemerintah tidak membiarkan kondisi ini semakin memburuk, hingga rakyat menjadi sengsara. Kami tidak meminta apa-apa, hanya tanggul segera diperbaiki, secara permanen,” ungkapnya.

Kasi di Pemerintahan Desa Sukahurip, Dede Kurnia mengatakan, ada satu rumah warga dan puluhan hektar sawah serta kolam milik warga yang terancam banjir. Bila tanggul Sungai Citundun yang berada di Dusun Ciparakan, RT 03 RW 01, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, yang jebol tersebut tidak segera diperbaiki. Dan tanggul Sungai Citundun yang jebol tersebut kurang lebih memiliki pajang sekitar 20 meter.

“Jebolnya tanggul Sungai Citundun tersebut akibat luapan sungai yang cukup tinggi sementara tanggul sungai yang ada pada saat itu, tidak mampu lagi menahan air,” jelasnya.

“Kami Pemerintah Desa Sukahurip, bersama warga sekitar pernah melakukan kegiatan kerja bakti untuk menutup tanggul sungai yang jembol tersebut, nmun tidak bertahan lama. Harapan warga di sini tanggul sungai yang jembol dibuat permanen dengan tembok atau dengan menggunakan beronjong, pungkasnya. (Baehaki Efendi).

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.