Miris, Anak Ustadz Madrasah Menderita Gizi Buruk di Ciamis

16

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Tim Majalah Gatra dan Media Online Warta Priangan, Rabu (16/03) lalu menyambangi seorang bocah berumur 10 tahun penderita Gizi buruk di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (16/03).

Bocah penderita gizi buruk tersebut bernama Mohammad Ilham putra dari Ustadz Emon, seorang guru Madrasah Diniyah dan Yati (39) warga Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sejak lahir bocah ini harus berbaring lemas tidak layaknya seusianya yang menjalani hidup normal pada umumnya.

“Kita datang ke Ciamis setelah mendengar informasi dari reka-rekan jurnalis daerah, bahwa di Ciamis dan Pangandaran ada salah seorang warganya yang menderita gizi buruk. Terutama Syifa yang sudah menjadi perhatian Bapak Presiden RI, Jokowi Dodo. Sehingga Majalah Gatra menampung donator dari para pembaca. Kami pun berkoordinasi dengan teman-teman jurnalis di Ciamis, pada akhirnya kami mendapat informasi bahwa di Ciamis pun ada seorang bocah berusaia 10 tahun putra dari seorang guru ngaji. Tidak lama kami pun langsung menyambangi bocah penderita gizi buruk ini. Ternyata sangat menghkhawatikan kondisi bocah ini, tidak jauh dari Syifa dan Yadi warga Pangandaran yang telah kami datangi,” ungkap Habib, Marketing Majalah Gatra pada Warta Priangan.

Sesampainya di rumah Muhammad Ilham, Majalah Gatra memberikan sujumlah makanan berupa bubur sereal serta sejumlah uang hasil donasi dari pembaca Gatra. “Sebetulnya ini program ini sudah lama, namun para pembaca banyak tersentuh hatinya untuk memberikan sumbangan untuk warga penderita gizi buruk,” imbuhnya.

foto: syarif hidayat
foto: syarif hidayat
Slider

Ke depan kata Habib, kita akan akan arahkan ini ke Baitul Mal sebagai lembaga penampung amal zakat yang akan menangani mereka lebih lanjutnya. “Untuk informasi dari teman-teman jurnalis di Ciamis, kami ucapakan banyak terima kasih. Semoga ini bisa terus tersampaikan kepada para pembaca di sejumlah media, bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang masih membutuhkan uluran tangan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komunitas Jurnalis Independen Galuh (KJIG), Yosep Trisna, mengatakan inilah jalinan kerjasama yang baik dengan sesama profesi jurnalis. Sebagai salah satu forum perkumpulan jurnalis sangat menyambut baik tim Gatra yang sudah memperhatikan dan peduli terhadap warga yang tidak mampu.

“Ini berawal dari ketertarikan pemberitaan dari teman-teman jurnalis yang berada di daerah. Sehingga tim Majalah Gatra dan fotografer dari Eropa tertarik dengan hasil pemeberitaan gizi buruk tentang Syifa. Sehingga, pembaca Gatra secara inisiatif mereka mengumpulkan dana untuk membantu Syifa. Karena, Syifa sudah ditangani oleh Presiden Jokowi Dodo, sehingga mereka pun berkoodinasi dengan kita (Komunitas Jurnalis Independen Galuh-red). Kami pun menyarankan untuk menyentuh warga Ciamis, Banjar, Pangandaran yang lainya yang sangat perlu mendapat perhatian dan bantuan. Dan ternyata di Ciamis pun ada bocah penderita Gizi buruk kami pun mengarahkan teman-teman Gatra untuk kesana,” jelasnya saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Kamis (17/03).

Yosep berharap, jalinan komunikasi dengan sesama jurnalis tetap terjalin baik. Sehingga, apabila ada warga yang memang sangat perlu dibantu, melalui kekuatan sebuah pemberitaan media masa ini akan menjadi fasilitas untuk pembangunan dan perubahan bangsa Indonesia dan Dunia. “Apresiasi yang sangat tinggi juga para donatur atau pembaca Gatra yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sesama. Setidaknya ikut memperhatikan, kondisi kemiskinan di daerah atau pelosok.”

“Harapan kami dari KJI semoga pemerintah daerah lebih proaktif lagi dan konsen perhatianya kepada penurunan angka kemiskinaan. Sangat ironis sekali, contohnya Syifa dan Yadi (Pangandaran) dan Ilham (Ciamis) penderita gizi buruk luput dari perhatian pemerintah,”tungkasnya. (Syarif Hidayat/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.