Tas Pandan Wangi Tasikmalaya Tembus Mancanegara

0 41

wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tas pandan wangi Tasikmalaya, usaha kerajinan tas dari bahan alami, seperti serat kayu, serta rami, daun pandan, dan batok kelapa terus berkembang. Selain di dalam negeri, produk tas berbahan alami ini juga mendapat respons positif dari pasar mancanegara.

Salah satu perajin tas berbahan alami yang sudah menembus pasar ekspor adalah Tiwan Kartiwa di Pusat Kerajinan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya. Ia telah berhasil membuat tas dengan berbagai model.

Usaha ini turun temurun dari keluarganya dan telah ditekuninya sejak tiga belas tahun silam. Selama menjalani usaha ini, Tiwan lebih banyak mengekspor produknya ke luar negeri ketimbang menjualnya di dalam negeri.

Pasalnya, di luar negeri, tas buatannya dihargai lebih mahal. Selain itu, permintaan di pasar luar negeri juga lebih tinggi. Sementara di dalam negeri, peminatnya hanya terbatas di kota-kota besar, seperti Jakarta.

Bahkan, di Tasikmalaya sendiri tidak begitu banyak peminatnya. Tiwan sendiri tidak mengekspor langsung produk tas buatannya itu. “Untuk pasar luar negeri saya menjualnya melalui agen,” katanya.

Hampir semua tas yang diproduksinya merupakan tas wanita. Lantaran menggunakan bahan alami, seperti serat kayu, serat rami, daun pandan, dan batok kelapa, tas-tas buatannya memiliki bentuk dan warna yang unik.

Dalam sebulan Tiwan bisa menjual hingga 500 tas. Dari penjualan sebanyak itu, sekitar 80%-nya diekspor ke sejumlah negara, seperti Brasil, Amerika Latin dan Jepang. Sementara sisanya dijual di pasar domestik.

Dari penjualan tersebut, omzet yang dikantonginya sekitar Rp 30 juta-Rp 50 juta per bulan. Adapun laba bersihnya sekitar 30%. “Tapi kalau menjual ke agen luar negeri untungnya lebih tinggi lagi,” papar Tiwan saat di kunjungi wartawan di Pusat Kerajinan Senin (14/3/2016).

Menurutnya, kunci sukses bisnis ini harus pandai-pandai melihat tren, seperti bentuk, warna, dan detail sebuah produk. Para agen juga sangat memperhatikan tren tersebut. “Selain tren, produsen juga harus bisa membaca selera konsumen,” ujarnya (Andri/WP).

loading...
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.