Siswa SMP di Garut Ini Bersikukuh Tak Akui Sodomi Belasan Anak SD

351

wartapriangan.com, BERITA GARUT. F (14) siswa salah satu SMP di Garut resmi jadi tersangka dalam kasus pelecehan seksual terhadap 15 anak anak yang masik duduk di bangku SD. Namun tersangka F bersikukuh, dia melakukan pelecehan hanya kepada delapan orang anak saja bukan 15 orang seperti yang telah dilaporkan orang tua korban.

Kasubag Humas Polres Garut, Ajun Komisaris Ridwan Tampubolon mengatakan. F kini resmi dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian,dan penetapan dilakukan setelah petugas melakukan pemeriksaan baik terhadap para korban maupun terlapor.

Terhitung sejak Rabu (03/03), F resmi dijadikan tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah anak di bawah umur. Penetapan ini dilakukan setelah petugas melakukan sejumlah pemeriksaan,” ujar Ridwan,

Menurut Ridwan,kepada petugas yang memeriksa, F telah mengakui segala perbuatanya. Namun F bersikukuh bahwa dia hanya melakukan terhadap delapan orang anak. Dia tetap mengelak kalau dirinya dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan orang ank siswa SD.

Kasubag Humas Polres Garut menyebutkan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan ada 15 anak di bawah umur yang  menjadi korban pelecehan seksual oleh F. Diduga, tujuh anak lainnya ikut dilaporkan sebagai korban akibat adanya kekhawatiran para orang tua setelah mengetahui anak mereka juga sempat
dibawa main oleh tersangka. Namun F tetap bersikukuh bahkan telah bersumpah hanya melakukan pelecehan terhadap 8 anak, bukan 15 sebagaimana yang dituduhkan sebelumnya. terhadapnya.

Slider

“Kemungkinan yang sisanya itu karena orangtua anak ketakutan saja karena sering bergaul dengan pelaku,” kata Ridwan.

Sementara motif pelaku melakukan pelecehan tersebut, karena dia sering menonton video porno, lanjut Ridwan Tampubolon..Hal tersebut terungkap setelah pihaknya melakukan pemeriksaan secara intensif.

Pihak Kepolisian, tambah Ridwan, tidak melakukan penahanan terhadap pelaku mengingat usianya yang masih di bawah umur. Namun jika terbukti bersalah di pengadilan, F dapat dijerat Pasal 76 e junto 82 UU nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Akibat Kasus pelecehan yang menimpa belasan anak SD di Kecamatan Cigedug ini, ternyata membuat keresahan warga setempat. Hal itu diakui sejumlah kepala desa di Kecamatan Cigedug yang datang langsung ke Kantor PWI Perwakilan Garut untuk memberikan klarifikasi, Menurut mereka, berbagai kalangan masyarakat Cigedug tak menerima daerahnya tercemar dengan kasus yang sangat memalukan itu. Apalagi ternyata pelaku bukan merupakan warga Cigedug tapi warga Kecamatan Bayongbong.

“Kami sengaja datang ke sini (kantor PWI-Red) hanya untuk mengkalrifikasi kalau pelaku pelecehan seksual itu bukan warga Cigedug tapi warga Kecamatan Bayongbong, tepatnya warga Desa Ciburuy. Kalau kampungnya memang sama dengan para korban yaitu Kampung Cicayur Tonggoh, hanya beda kecamatan,” ujar perwakilan kepala desa dari Kecamatan Cigedug, Ayo Sutisna.

Menurut keterangan ibu tersangka yang dituturkan perwakilan Kepala Desa, Ayo, ternyata pelaku ini gemar menonton film porno melalui HP-nya. Bahkan di dalam HP pelaku terdapat lebih dari 200 film porno. Ini tentu sangat disesalkan mengingat sangat kurangnya perhatian dan pengawasan pihak orang tua terhadap anaknya. (Yayat Ruhiyat/WP)

Slider
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.