Tak Punya Biaya, Pemuda di Nasol Ciamis Ini Membiarkan Kakinya Busuk & Berbelatung

0 71

wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Wawan (27), pemuda asal Nasol Ciamis hanya bisa pasrah dengan nasib yang sedang menimpanya. Sejak satu tahun yang lalu kaki kanannya membusuk hingga keluar belatung serta bau yang tidak sedap.

Luka membusuk di kaki kanannya itu awalnya hanya luka bakar. Ia obati dengan alakadarnya. Karena tidak mendapat penanganan medis yang memadai, luka tersebut akhirnya membusuk dan mengeluarkan belatung.

“Tibasa eta teh, saatos kaduruk diobatan na saayana. Kalah jadi buruk. Dicandak ka pustu, teras ka puskesmas. Ti puskesmas ka rumah sakitkeun. Saurna teh kedah diamputasi ngarah hilang penyakitna,” ucap Wawan.

Wawan (27), pemuda asal Desa Nasol, Cikoneng, Ciamis yang kaki kanannya membusuk. (foto: rizal/wp)
Wawan (27), pemuda asal Desa Nasol, Cikoneng, Ciamis yang kaki kanannya membusuk. (foto: rizal/wp)

Namun saat itu pemuda warga Dusun Palasari RT 49 RW 18 Desa Nasol Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis ini menolak diamputasi, pasalnya tetap ingin memiliki dua kaki yang utuh. Wawan seharusnya terus memeriksakan penyakitnya itu ke rumah sakit setiap minggu. Tapi jarak yang jauh dan biaya besar menjadi alasan ia tidak pernah lagi memeriksakan penyakitnya.

Pendidikannya yang hanya sampai kelas lima sekolah dasar juga membuat Wawan tidak dapat mendapat pekerjaan yang memadai. Ia hanya bisa menjadi pemulung, mengumpulkan barang-barang bekas untuk ia jual ke pengepul. Dalam sehari ia hanya bisa dapat Rp 15 ribu.

Untuk menopang aktivitasnya sehari-hari, Wawan harus menggunakan tongkat untuk berjalan.Saat ditemui Warta Priangan di rumahnya, Kamis (08/01) Wawan masih berharap agar lukanya dapat diobati tanpa harus diamputasi.

“Iya pengen sehat. Ngga mau gini terus. Harus berobat setiap minggu kan juah jaraknya. Dirawat di rumah sakit juga harus ada biaya hidup,” ucapnya.

Kaur Kesra Desa Nasol, Lili Rohili mengatakan, pelayanan semaksimal mungkin selalu diberikan kepada masyarakatnya. Termasuk untuk membantu penyembuhan Wawan.

“Kita sudah upayakan Wawan dirawat di rumah sakit. Tetapi tidak ada yang menungguinya sehingga dia ingin pulang ke rumah,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, kehidupan yang kurang bersih yang dijalani Wawan membuat penyakitnya menjadi sulit sembuh.”Dulu pernah penyakitnya kering. Tapi mungkin kurang diobati dengan baik sehingga parah lagi,” jelasnya. (Rizal Nurdiana/WP)

loading...
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.