Pemkab Pangandaran Gelontorkan 27 Miliar Untuk Bidang Keagaamaan

0 315

 

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah tahun ini menggelontorkan anggaran untuk sarana keagamaan sebesar 8 miliar, Ajengan Masuk Sekolah (AMS) sebesar 8 miliar dan Program Pangandaran
mengaji sebesar 9 miliar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata, usai membuka acara Lomba MTQ II Tingkat Kabupaten Pangandaran, di halaman Setda Kabupaten Pangandaran, Selasa (13/2/2018) kemarin.

“Khusus untuk sarana keagamaan, nilai tersebut meningkat dua kali lipat karena tahun lalu hanya 4 miliar,”ungkap Jeje.

Sementara itu lanjutnya, untuk tahun ini dana bagi 2 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang biasanya diperuntukan untuk pejabat, untuk sekarang akan diberikan pada alim ulama.

Jeje juga menyampaikan di Kabupaten Pangandaran ada 90 pesantren dan sebanyak 30 pesantren sudah mendapatkan bantuan dan sisanya tahun depan.

Sementara tokoh agama Kabupaten Pangandaran, Kiai Luthfi Fauzi menyampaikan, apresiasi pada Pemerintah Kabupaten dengan berbagai program dan kebijakan dibidang keagamaan.

Menurut Luthfi secara kualitatif sudah baik, namun secara kualitas belum optimal.
“Maka saya setuju pada apa yang disampaikan Pa Bupati, bahwa pemerintah akan terus mengevakuasi terus program-program ini,”ujarnya.

Bantuan Pemkab Pangandaran juga luar biasa besar pada bidang keagaamaan dan sedah tersalurkan dengan baik.

“Di sekolah umum juga sudah berjalan penambahan jam pelajaran sekolah untuk prlajaran keagamaan dan sudah berjalan dengan baik. Para siswa di sekolah sudah melaksanakan solat duha, pengajian, baca kuran dan lainnya,”ungkapnya.

Namun Luthfi mengingatkan di bidang pendidikan harus seimbang dan bersinergis antara guru, keluarga dan muridnya dendiri.

“Kekerasaan pada murid atau guru di Kabupaten Pangandaran tidak ada. Tinggal kita tetap bersinergis. Nah untuk di luar lingkungan sekolah maka pantauan AMS dan orang tua penting dilakukan untuk mengawasi kegiatan agama dan sosial diluar sekolah.

Selain itu, kata Luthfi perlu diperhatikan cara mereka bersosialisasi jangan biarkan mereka bergaul dimedsos sementara di lingkungan mereka tidak terpantau.

“Pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama,”tegasnya. (Iwan Mulyadi/WP)

loading...
Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.